Senin, 04 Mei 2020

Fenomena Kepenulisan


            Sebenarnya saya tidak suka membaca, karena menurut saya jika membaca dengan teks yang panjang sangat membosankan. Saya lebih suka menulis. Dengan menulis saya bisa mencurahkan apa yang terlintas di pikiran saya, saya bisa luapkan itu semua melalui tulisan.

            Kalau saya jadi penulis, saya ingin menjadi penulis random seperti puisi salah satu contohnya. Kenapa? Karena dari sebuah curahan bisa terbentuk bait yang indah. Ketika saya jatuh cinta, itu akan menjadi sebuah puisi cinta, dan lain macamnya.

Berikut adalah fenomena kepenulisan yang sering terjadi :

Memulainya dengan Mencari Judul

            Ide akan hadir ketika ada permasalahan, ada fenomena. Ide menuntut kejelian dari peneliti untuk menangkap fenomena. Caranya? Bisa dilakukan dengan cara melihat, mendengarkan, mengamati, atau mengalaminya sendiri. Artinya, mahasiswa harus peka terhadap perkembangan di sekitarnya.
Tangkap fenomena, temukan ide, tentukan fokus masalah, barulah judul dapat ditentukan.

Permasalahan Tidak Fokus

            Fokus masalah adalah masalah yang lebih dominan muncul dalam fenomena/objek yang ingin dikaji, lebih krusial, dan lebih aktual. Setiap fenomena atau kasus pasti memiliki fokus utama permasalahan, dan peneliti hendaknya jeli terhadap hal itu. Peneliti tidak boleh terlalu rakus ingin membahas segala hal, dari berbagai sisi. Karena sudah sifatnya kajian yang abstraksi, hanya mampu menjelaskan sisi tertentu saja. Jika keseluruhan, pasti akan sangat melelahkan peneliti dan membuat kajian tidak mendalam.
            Misalnya, fenomena yang ditangkap adalah mengenai adanya eksploitasi perempuan di media massa. Maka yang seharusnya dibahas adalah mengenai penekanan pada bentuk-bentuk eksploitasi yang diterima oleh perempuan, seperti: stereotipe, labelisasi, stigmatisasi, komodifikasi, patriarkisme, kekerasan simbolik, dsb dari industri media terhadap perempuan. Penekanan masalah lebih baik membahas satu konteks konsep saja agar batasan masalah tidak meluas kemana-mana.

Remeh dengan Data/Observasi Awal

            Penulisan latar belakang masalah juga harus didukung dengan data-data awal sebagai bukti bahwa masalah itu benar terjadi, bukan diciptakan. Data-data yang ditemukan peneliti di lapangan dapat menjadi fakta bahwa penulisan latar belakang bukan sekadar anganan penulis belaka. Hanya saja, inilah yang paling sering diabaikan mahasiswa ketika meramu latar belakang masalah. Tidak menganggap penting data awal penelitian.
            Untuk menemukan masalah, penulis harus dapat memperkuat temuan data/fakta terhadap suatu fenomena. Dikatakan terdapat suatu masalah adalah ketika ada kesenjangan antara das sein dengan das sollen, ada pertentangan antara fakta yang ditemukan di lapangan (kasus-kasus ataupun bukti data yang sudah teruj/kredibel) dengan harapan-harapan ataupun norma-norma yang telah disepakati bersama (visi-misi, undang-undang, kebijakan, dsb).

Salah dalam Menjelaskan

            Hal terakhir yang juga mungkin rentan dilakukan oleh peneliti pemula adalah kesalahan dalam menjelaskan latar belakang masalah. Kesalahan dalam menjelaskan membuat alur tulisan tidak runut dan teratur, sehingga tidak enak dibaca dan membingungkan. Kesalahan dalam menjelaskan bisa berkaitan dengan alur, kelengkapan unsur-unsur tulisan, teknik transisional, kedalaman, dan teknik penutupan yang tepat.
            Cara paling mudah agar dapat menjelaskan dengan baik adalah membuat pointer atau kerangka penulisan latar belakang. Penulis pemula lebih baik menyusun terlebih dahulu poin-poin penting yang ingin dibahas, dengan melengkapi temuan kasus, data-data, undang-undang /kebijakan/norma yang berkaitan, kajian teoritis yang tepat, dan alasan mengapa penelitian penting dilakukan.

Perbedaan Tokoh dan Penokohan


Sebelum kita mengetahui perbedaan tokoh dan penokohan sebaiknya kita perlu juga mengetahui pengertian di antara tokoh dan penokohan, brikut adalah pengertianya.

A .Tokoh, menurut Aminudin (2002: 79) tokoh adalah pelaku yang mengemban peristiwa dalam cerita fiksi sehingga peristiwa itu mampu menjalin suatu cerita. Istilah tokoh mengacu pada orangnya, pelaku cerita (Nurgiyantoro, 1995: 165). Tokoh adalah salah satu unsur yang penting dalam suatu novel atau cerita rekaan. Menurut Sudjiman (1988: 16) tokoh adalah individu rekaan yang mengalami peristiwa atau berlakuan di dalam berbagai peristiwa cerita. Tokoh pada umumnya berwujud manusia, tetapi dapat juga berwujud binatang atau benda yang diinsankan.

Menurut Abrams (dalam Nurgiyantoro 1995:165) tokoh cerita merupakan orang-orang yang ditampilkan dalam suatu karya naratif atau drama oleh pembaca kualitas moral dan kecenderungan-kecenderungan tertentu seperti yang diekspresikan dalam ucapan dan dilakukan dalam tindakan. Berdasarkan pengertian di atas dapat dikatakan bahwa tokoh cerita adalah individu rekaan yang mempunyai watak dan perilaku tertentu sebagai pelaku yang mengalami peristiwa dalam cerita.

B .Penokohan, penokohan dan perwatakan adalah pelukisan mengenai tokoh cerita, baik keadaan lahirnya maupun batinnya yang dapat berubah, pandangan hidupnya, sikapnya, keyakinannya, adat istiadatnya, dan sebagainya. Menurut Jones dalam Nurgiyantoro (1995:165) penokohan adalah pelukisan gambaran yang jelas tentang seseorang yang ditampilkan dalam sebuah cerita. Menurut Sudjiman (1988:22) watak adalah kualitas nalar dan jiwa tokoh yang membedakannya dengan tokoh lain.

Penyajian watak tokoh dan penciptaan citra tokoh ini yang disebut penokohan. Penokohan dan perwatakan sangat erat kaitannya. Penokohan berhubungan dengan cara pengarang menentukan dan memilih tokoh-tokohnya serta memberi nama tokoh tersebut, sedangkan perwatakan berhubungan dengan bagaimana watak tokoh-tokoh tersebut. Berdasarkan pendapat-pendapat di atas dapat dikatakan bahwa penokohan adalah penggambaran atau pelukisan mengenai tokoh cerita baik lahirnya maupun batinnya oleh seorang pengarang.

Tokoh adalah pelaku yang diceritakan dalam sebuah cerita.
Tokoh dibagi menjadi dua, yaitu
1) tokoh utama
2) tokoh pendamping
Contoh pada cerita Malin Kundang. Tokoh utamanya adalah Malin Kundang. Sedangkan tokoh pendamping adalah ibu Malin Kundang, saudagar kaya, istri Malin Kundang

Penokohan atau disebut juga perwatakan adalah sifat-sifat yang dimiliki oleh tokoh.
Penokohan dibagi menjadi tiga, yaitu:
1) tokoh proragonis (tokoh yang memiliki sifat baik)
2) tokoh antagonis (tokoh yang memiliki sifat buruk)
3) tokoh tritagonis (tokoh penengah)
Contoh pada cerita Bawang Putih dan Bawang Merah. Tokoh protagonis adalah Bawang Putih. Tokoh antagonis adalah Bawang Merah dan Ibu Tiri. Tokoh Tritagonis adalah nenek yang memberikan buah labu.

Prosa Fiksi


Sejarah Prosa Fiksi

     Nusantara adalah wilayah yang kekayaan karya prosanya sangat luar bias. Karya-karya prosa itu terbentang mulai dari karya prosa lama hingga prosa modern. Dari khasanah prosa lama kita mengenal cerita-cerita rakyat seperti: mite,legenda,fabele,hikayat dan lain-lain. Prosa lama yang wujudnya berupa cerita rakyat ,atau juga dikenal dengan istilah folklor seperti diuraikan di atas,pada awalnya merupakan sastra lisan.Keberadaan cerita rakyat ini sangat menyatu dengan dengan kegiatan kehidupan masyarakat sehari-hari. Cerita rakyat itu biasa menjadi pengantar tidur  bagi anak-anak dengan didongengkan oleh orangtuanya. Atau,diceritakan oleh masyarakat dari mulut kemulut.
Perkembangan Prosa fiksi

      Prosa  modern Indonesia berbeda dengan prosa lama. Apa yang disebut dengan prosa modern,seperti cerita pendek,novel,roman,novelette,merupakan pengaruh dari tradisi sastra barat.Pengaruh itu hadir di Indonesia seiring dengan datangnya para penjajah barat ke Indonesia. Prosa Indonesia modern dari mulai lahirnya hingga perkembangannya sekarang memiliki kekhasan-kekhasa,baik dalam bentuk maupun isinya. Kekhasan-kekhasan tersebut ternyata menandai cirri setiap kurun waktu (periode). Dari kesamaan cirri-ciri itu akhirnya dapat di runtut periodisasi karya-karya prosa Indonesia. Rachmat Djoko Prodopo (1995:18).

Berdasarkan ciri-ciri yang di sebut diatas, merumuskan periodisasi tersebut yaitu sebagai berikut:

Periode Balai Pustaka (20-30-an)

     Angkatan Balai Pustaka ini lahir tahun 1920, menguat tahun 1925-1935, dan melemah tahun 1940.Jenis prosa periode tahun ini terutama roman. Roman-roman masa ini kebanyakan mengangkat  permasalahan-permasalahan adat, gap antara antara kaum tua dengan kaum muda,dan bersifat kedaerahan.
Periode Pujangga Baru

     Angkatan ini mulai muncul pada tahun 1930,menguat pada tahun1933-1940, dan melemah pada tahun 1945. Prosa yang ditulis pada periode ini masih didominasi roman, meskipun cerita pendek pun ada. Corak prosa masa ini beraliran romantic. Masalah yang diangkat bersangkut paut dengan kehidupan masyarakat kota, masalah individu manusia,nasionalisme, dan bersifat didaksis.
 Periode 1945

      Angkatan ini lahir tahun 1940,menguat tahun 1943-1953,dan melemah tahun 1955-an.Pada periode ini, karya prosa berbentuk  cerita pendek (cerpen) mulai meluas. Prosa periode ini cenderunmg realistis,sinis,dan ironis terhadap keadaan diatas. Masalah-masalah yang  diangkat kebanyakan masalah-masalah kemasyarakatan,seperti kemiskinan,pelanggaran hak asasi manusia,ketidak adilan dan lain-lain.

Periode Angkatan 50

    
 Angkatan ini mulai lahir tahun 1950,menguat tahun 1955-19965,dan melemah tahun 1970. Pda masa ini Indonesia menganut sistem demokrasi parlementer liberal yang menyebabkan banyaknya partai di Indonesia. Situasi social,politik, ekonomi Negara seperti digambarkan diatas berpengaruh terhadap satra karena banyak sastrawan yang masuk dalam lembaga-lembaga kebudayaan tersebut.Akhirnya karya sastra pun mengusung dan mensosialisasikan ideologi  partai yang dimasukinya tersebut. Disamping itu, banyak juga satrawan yang “merdeka” dan lebih menganut prinsip menulis untuk kemanusiaan, bukan untuk partai tertentu. Hal ini menyebabkan corak sastra, termasuk juga prosa,beragam. Secara esteti, meneruskan konvensi angkatan 45. Yang berbeda adalah masalah yang dikemukakannya. Prosa masa ini banyak mengangkat masalah pertentangan politik, kehidupan masyarakat sehari-hari, juga kehidupan pedesaan. Selain itu, protes terhadap kebijakan pemerintah Orde lama pun banyak mewarnai karya-karya angkatan ini.

Periode Angkatan 70

      Angkatan ini sudah mulai muncul tahun 1960-an namun mualai menguat pada tahun 70-an,dan melemah sekitar tahun 1980-an. Masa transisi dari pemerintahan Orde Lama ke Orde Baru, dan arus kebudayaan Barat yang menghantam secara kuat, membuat situasi masyarakat tahun-tahu ini, terutama secara moral dan spiritual cukup bergejolak. Hal ini berpengaruh pula pada penciptaan karya sastra. Konvensi karya sastra yang ada selama ini dianggap tidak mampu lagi menyuarakan suara zaman 1970-an yang gemuruh. Oleh karena itu, pada masa ini banyak muncul 17 eksperimentasi dan inovasi,termasuk dalam bidang prosa. Prosa-prosa beraliran surealisme banyak muncul pada masa ini. Selain itu, pengaru filsafat eksistensialisme yang semakin kuat menyebabkan banyak karya prosa yang  bertema absurdisme. Muncul pula karya-karya prosa bertema sufistik.


Minggu, 03 Mei 2020

Fungsi Sastra


Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008) arti kata sastra adalah “karya tulis yang jika dibandingkan dengan tulisan lain, memiliki berbagai ciri keunggulan, seperti keaslian, keartistikan, keindahan dalam isi dan ungkapannya”. Karya sastra berarti karangan yang mengandung nilai-nilai kebaikan yang ditulis dengan bahasa yang indah. Sastra memberikan wawasan yang umum tentang masalah manusiawi, sosial, maupun intelektual, dengan caranya yang khas. Pembaca sastra dimungkinkan untuk menginterpretasikan teks sastra sesuai dengan wawasannya sendiri.

Menurut saya, fungsi sastra yang saya rasakan saat menikmati sebuah karya sastra, yaitu :

1. Fungsi Rekreatif. Mengapa? karena sastra adalah sebuah hiburan untuk diri saya tersendiri. Jika sedang tidak ada kegiatan atau sedang bosan saya bisa membaca sebuah novel atau karya sastra yang lainnya sehingga bisa menghilangkan rasa bosan saya.

2. Fungsi Estetis. Di dalam fungsi estetis ini sastra merupakan sebuah keindahan. Yang dimana bagi saya setiap karya sastra mempunyai arti keindahan tersendiri bagi penulis nya. Dari sini lah cara agar kita tertarik untuk membaca sebuah karya sastra melalui indahnya rangkaian yang telah tersusun dan sastra juga harus memiliki keindahan nya tersendiri.

3. Fungsi Didaktif. Nah setelah fungsi rekreatif dan fungsi estetis saya juga merasakan adanya fungsi didaktif yang dimana kita akan mendapatkan ilmu-ilmu baru berbagai makna dan aspek dalam kehidupan yang dimana bisa kita terapkan dalam kehidupan sendiri.

Kamis, 23 April 2020

Tokoh-Tokoh dan Sejarah Sastra Dunia



1.SIR WALTER SCOTT (1771 – 1832 )
          Sir Walter Scott dilahirkan di Edinhburg, Scotlandia, 15 agustus 1771, meninggal 21 September 1832. Ia merupakan pengarang Inggris yang paling kesohor dalam membuka abad kesembilan belas dengan cerita-cerita romantic dan puisi naratif yang diangkat dari kisah-kisah sejarah. Dua karyanya yang paling popular adalah Waverly (1814) dan Ivanhoe (1820).
          Masa kanak Scott tidaklah menyenangkan. Ia sering sakit-sakitan dan penderitaan itu harus ditanggung seumur hidup berupa kaki yang pincang. Oleh sebab itu, karya-karya awalnya dipublikasi bukan dengan namanya sendiri, sebagai akibat rasa rendah diri. Akan tetapi, karya-karyanya yang muncul setelah tahun 1825 menggunakan namanya, demikian pula pada karya-karya sebelumnya setelah mengalami cetak ulang.
          Tahun 1802 – 1903 muncul karya awalnya yang cukup berkualitas yaitu tiga jilid balada yang diangkat dari cerita – cerita lisan Scotlandia. Karya – karyanya yang lain adalah Minstrelsy, Lay of the Last Minstrel (1805), Lady of the Lake (1810), Guy Mannering (1815), Old Mortality (1816), Rob Roy (1817), kumpulan puisi Rokeby (1813), Quentin Durward (1823), The Talisman (1825), Anne of Geierstein (1829).
          Sebagaimana banyak pengarang kesohor yang mengalami kesulitan keuangan, Scott mengalami tahun 1826 yang menyebabkan ia harus menulis lebih banyak karya lagi. Karya-karya Scott menunjukkan latar belakang sejarah dan dunia lama oarng – orang Scotlandia dan Inggris. Karyanya yang terkenal yaitu Ivanhoe (salah satu favorit saya) berkisah tentang abad pertengahan di Inggris yaitu penggambaran konflik orang – orang Anglo Saxon dan orang – orang Normandia. Konflik itu diungkapkan dengan gaya bahasa yang khas dan sangat mengesankan sebagai pengarang romantic. Scott memperlihatkan kemampuan yang prima terutama penguasaannya atas bahan – bahan sejarah dan persoalan perwatakan.

Novel in Scotland - Wikipedia



2.EMILE ZOLA
          Dilahirkan di Paris . Salah seorang sastrawan Prancis yang kesohor dari abad kesembilan belas. Emile Zola merupakan pelopor aliran Naturalisme, corak utama sastra Prancis abad XVII. Sukses pertamanya dimulai dari novelnya Theresa Requin (1867) dan puncak karyanya adalah novel Germinal (1885) yang diikuti oleh sejumlah karya yang kadangkala controversial, seperti Nana (1881) yang dianggap pornografis. Novel ini mengungkapkan gambaran prostitusi secara gamblang sehingga pelukisannya kadangkala terlalu terbuka. Namun Zola bukan menulis tentang pornografi karena yang ingin dikatakannya adalah masalah moral. Karyanya yang lain adalah Les Rougons –Macquart (1870), La Fortune des Rougons (1871), Le Ventre de Paris (1873), La Conquete de Plassans (1875), Son Excellence Eugene Rougon (1876), L’Assommoir (1877), La Debacle (1892), Les Trois Villes (1894), Les Quatre Evangiles (1894), Les Heritiers Rabourdin (1874), Renee (1887), dan L’ouragan (1901)
          Disamping menghasilkan karya kreatif berupa fiksi novel dan drama, Zola juga menulis kritik, esai sastra dan sejumlah surat maupun pembelaan. Surat terbukanya yang merupakan pembelaan terhadap Alfred Dreyfus yang berjudul J’accuse (1898) merupakan pendapat yang berani dan tajam dalam membangkitkan rasa solidaritas yang tinggi. Akibat pembelaannya, ia harus menyingkir ke luar negeri selama setahun. Demikian juga kritik seninyayang lebih merupakan pembelaan terhadap karya-karya kaum impresionis seperti Eduard Manet danlain-lain. Kedudukannya sebagai tokoh aliran naturalism makin kukuh setelah ia menerbitkan Roman Experimental (1881), Le Naturalisme au Theatre (1881), dan Romanciers Naturalistes (1881)
          Menurut Zola, seni adalah alam yang dapat diindra melalui watak. Oleh karena itu, dalam novel Zola watak sangat diutamakan sehingga watak mampu menggambarkan setting, pikiran dan ide-ide dasar yang ingin disampaikan pengarang.


Émile Zola | French author | Britannica


3.VICTOR HUGO (1802 – 1885)
          Victor Hugo dilahirkan di Besancon, Prancis, 26 Februari 1802, meninggal 22 Mei 1885. Nama lengkapnya Victor Marie Comte Hugo, putra seorang jendral yang cukup terkemuka di zaman Napoleon. Ayahnya pernah menjadi gubernur di Spanyol dan Italia. Sejak usia lima belas tahun ia telah menulis puisi dan tahun 1817 mendapat pujian dalam sayembara yang diadakan Akademia Prancis dan tahun 1819 memperoleh hadiah sastra dari Academia des Jeux Floraux de Toulouse.
          Hugo menduduki tempat terhormat dalam sastra Prancis karena karya – karyanya mendominasi hampir seluruh abad 19. Ia merupakan pemuka aliran roamntik, baik dalam puisi maupun dlam prosa. Tahun 1822 terbit kumpulan puisinya Odes et Ballades yang berhasil menarik simpati public. Tahun 1823 terbit novel pertamanya Han d’Islande meruakan buku hadiah perkawinannya dengan Adele Foucher (1822). Di rumah pasangan inilah tempat pertemuan kaum romantikus Prancis. Drama yang pertama berupa epos Cromwel (1827) dan dramanya yang kesohor adalah Hernani (1830), Les Roi s”Amuse (1832), Marie Tudor (1833) dan Ruy Blus (1838).
          Selama tujuh belas tahun sejak penerbitan pertama, ia telah menerbitkan sejumlah kumpulan esai, tiga novel dan lima kumpulan puisi. Masing – masing kumpulan puisinya adalah Les Orientalis (1828), Feuilles d’ Automne (1831), Les Voix Interiues (1828), dan Les Rayons et Les Ombers (1840), Sementara dua romannya yang sangat terkenal dan tentunya sangat memikat hati saya adalah Notre Dome de Paris (18310 dan Les Mirables (1862)
          Melewati masa panjang dalam sejarah Prancis, Victor Hugo mengalami dan mengikuti kegiatan pemerintahan hingga saat rezim yang berkuasa jatuh dan ia ikut terusir. Namun pengalaman itu memperkaya wawasannya dalam kegiatan sastra. Sehingga masa pengasingannya ke luar negeri merupakan bagian dari kegiatannya belajar dan menulis hingga kembalinya ke Prancis setelah runtuhnya Kekaisaran Kedua (1870) dan berdirinya Republik Ketiga, dimana ia ikut ambil bagian dalam lembaga legislative. Meskipun dua decade terkhir kemtian orang – orang tercintanya, membuat ia tercambuk untuk menulis lebih banyak karya lagi. Ketika meninggal dunia, peti jenazahnya diarak dalam suatu prosesi nasional yang agung dari Arch de Triomphe ke Pantheon.
          Karya – karya Hugo merupakan banyak karya yang banyak memberi pengaruh kepada sastra dunia, menjadi bahan polemic dan sumber inspirasi. Ia merupakan salah seorang sastrawan agung dan kenamaan abad kesembilan belas dan secara khusus memberi landasan yang kuat dan kokoh dalam aliran romantic. Ia menulis dalam sejumlah genre sastra.

Mon Père ce héros _ A poem by Victor Hugo - The Story Hall - Medium


4.ALEXANDER DUMAS
          Dilahirkan di Prancis, 24 Juli 1802 dan meninggal 5 Desember 1870. Corak romantic yang dianut Dumas membawanya menekuni novel – novel sejarah dan kisah – kisah cinta yang memikat hati hingga karyanya abadi dalam dunia sastra. Diantara karyanya yang monumental dan menjadi favorit saya adalah The Three Musketeers, The Count of Monte Cristo dan The Man in The Iron Mask. Karya – karya ini menjadikan Dumas dicintai oleh rakyat Prancis.
          Ayahnya adalah seorang jendral yang jatuh bersamaan dengan jatuhnya Napoleon, meninggalkan kesultan keuangan hingga meninggalnya tahun 1870. Meskipun anak jendral, Dumas tidak mendapatkan pendidikan yang baik karena kesulitan keuangan keluarganya. Lantas untuk menghidupi keluarganya ia menjadi juru tulis pada tahun 1818 dan terakhir ia bekerja pada Duke Orleans yang beberapa tahun kemudian menjadi Raja Louis Philip. Dalam tahun 1820-an, dibawah pengaruh Shakspeare dan Sir Walter Scott, ia menulis sejumlah lakon romantic melodramatic dengan gaya dan model kisah – kisah sejarah yang melahirkan Henri III et Sa Cour (1829), Antony (1831) dan La Tour de Nesle (1832).
          Roman yang luar biasa, The Three Musketeers (1844) mengangkat nama Dumas sebagai pengarang dunia. Roman ini mencakup kisah sejarah selama lebih kurang lima puluh tahun, bermain dalam abad ketujuh belas, merupakan satu rangkaian dengan Twenty Years After.
          Novel dan lakon yang ditulis Dumas menunjukkan watak dasar seni romantic yang kuat dan meskipun ia hanya menulis cerita – cerita panjang, Dumas memberi Inspirasi akan bentuk cerita pendek, meskipun dalam rentang waktu yang panjang.
          Fiksi sejarah di dalam sejarah sastra dunia ditandai oleh Scott, Balzak dan Dumas yang menggali kisah – kisah sejarah secara meyakinkan dan kemudian abad sesudahnya dilakukan oleh Henryk Sienkiewics (1846 – 1916) dari Polandia, Par Lagervist (1891 - !974) dari Swedia, Boris Pasternak (1890 – 1960) dari Uni Sovyet, dan lain – lain. Namun, Alexander Dumas menduduki tempat khusus dari para penulis fiksi sejarah karena ia mengambil sudut pandang yang khas Prancis dari satu setting waktu.
          Akhir hidupnya, pengarang kenamaan ini tidaklah seharum karya-karyanya. Ia berpulang secara mengejutkan dan misterius di rumah putranya Alexander Dumas Jr. seorang pengarang yang mengikuti jejaknya. Hanya sayang, Ibu putranya ini tak pernah dinikahinya sampai akhir hayatnya.


Adventure Time with Alexandre Dumas - SciHi BlogSciHi Blog



5.CHARLES DICKENS
          Lahir di Landport, Inggris. 7 Februari 1812, meninggal di Gadshill, Rochester, 9 Juni 1870. Nama lengkapnya Charles John Huffmen Dickens, merupakan salah seorang pujangga ternama Inggris. Orang tuanya yang miskin dan kehidupan masa kanak-kanaknya yang suram tidak mematahkan semangatnya yang ingin maju.
          Karir sastranya dimulai dari Catham dan kemudian di London dengan membuat sketsa-sketsa yang ditanda-tanganinya sendiri menggunkanan nama samara Boz. Merasa memiliki kemampuan yang cukup, ia menulis Pickwik Papers (1836) yang diselesaikan tahun 1837. Tahun 1838 ia menulis Oliver Twist (salah satu favorit saya) dan kemudian diteruskan dengan Nicholas Nickleby. Sukses kedua buku ini membuat ia memeruskan dengan karya-karya barunya seprti The Old Curiosity Shop (1841), Barneby Rudge (1841), Martin Chuzzlevit (1844), Christmas Books (1843-1848), Dombey and Son (1847-1848), David Copperfield (1849 -1850), Black House (1852-1853) dan A Tale of Two Cities (1859).
          Pada dasarnya Dickens seorang sastrawan humoris. Kelucuan tokoh-tokohnya yang seakan ssok yang hidup itu mencuatkan keinginan pembaca untuk mengikutin kisah-kisahny yang unik. Pada awal karir kepengarangannya, Dickens memperlihatkan pengaruh realism, tetapi karya-karyanya yang lahir dalam kematangannya memperlihatkan bahwa ia cenderung bergeser pada aliran determinisme. Tendensi social dan simpatinya pada manusia muncul secara kuat meskipun tema kemelaratan dan kemiskinan di dalam beberapa karyanya menjadikan fiksi-fiksinya sentimental dan melodramatic.
          Dickens adalah orang yang biasa hidup di kota dan paling menyukai jalan-jalan di kota London. Seorang humoris besar yang mengamati pribadi orang. Keampuhannya adalah melukiskan watak orang kurang berpendidikan yang dilukiskannya dengan kekuatan yang mengagumkan. Banyak novelnya membuat orang memperhatikan kondisi social yang menyedihkan pada zamannya.
          Dickens merupakan nama yang abadi dalam sejarah sastra Inggris dan sejarah sastra dunia, karena karya-karyanya telah menjadi milik semua bangsa.


Charles Dickens | Biography, Facts, & Analysis | Britannica

Rabu, 01 April 2020

Best rhetorical figure


Ø  Definition of rhetoric
         Rhetoric is the art of persuasion, which along with grammar and logic, is one of the three ancient arts of discourse. Rhetoric aims to study the capacities of writers or speakers needed to inform, persuade, or motivate particular audiences in specific situations. Aristotle defines rhetoric as "the faculty of observing in any given case the available means of persuasion" and since mastery of the art was necessary for victory in a case at law; or for passage of proposals in the assembly; or for fame as a speaker in civic ceremonies; he calls it "a combination of the science of logic and of the ethical branch of politics". Rhetoric typically provides heuristics for understanding, discovering, and developing arguments for particular situations, such as Aristotle's three persuasive audience appeals: logos, pathos, and ethos. The five canons of rhetoric or phases of developing a persuasive speech were first codified in classical Rome: invention, arrangement, style, memory, and delivery.

Ø  One of best rhetorical figure in the world
Soekarno - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Ir. SOEKARNO
          Soekarno Dr. (H.C.) Ir.H. Soekarno, Birth name: Koesno Sosrodihardjo was born in Surabaya, East Java, June 6, 1901 - died in Jakarta, June 21, 1970 at the age of 69 years. Soekarno was an Indonesian politician who was the first president of Indonesia, serving from 1945 to 1967. Soekarno was the leader of the Indonesian struggle for independence from the Dutch Empire. 

        He was a prominent leader of Indonesia's nationalist movement during the Dutch colonial period and spent over a decade under Dutch detention until released by the invading Japanese forces in World War II. Soekarno and his fellow nationalists collaborated to garner support for the Japanese war effort from the population, in exchange for Japanese aid in spreading nationalist ideas. Upon Japanese surrender, Soekarno and Mohammad Hatta declared Indonesian independence on 17 August 1945, and Soekarno was appointed as its president.

         He led Indonesians in resisting Dutch re-colonization efforts via diplomatic and military means until the Dutch recognition of Indonesian independence in 1949. Author Pramoedya Ananta Toer once wrote, "Soekarno was the only Asian leader of the modern era able to unify people of such differing  ethnic, cultural and religious backgrounds without shedding a drop of blood.” He played an important role in freeing the Indonesian people from the Dutch colonialism.  Soekarno was the first to spark the concept of Pancasila as the basis of the Indonesian state and he himself named it.

The words of the orator that he continues to recognize are:
F “Hang your dreams high up in the sky! Dream high up in the sky. If you fall, you will fall between the stars.”
F “My struggle is easier because it expels invaders, your struggle will be more difficult because it is against your own people.”
F “A great nation is a nation that respects the services of its heroes.” [Ir. Sukarno, Speech of Heroes' Day November 10, 1961]


References :
Wikipedia

Selasa, 31 Maret 2020


31-03-2020 22:59
For you

Anggap saja ini sebuah surat yang saya tulis untuk kamu. I wrote this by love HAHA JK.
Saya tidak tau harus memulainya dari mana, harus bagaimana saya ceritakan tentang kamu betapa special nya kamu di hidup saya dan betapa beruntung nya saya punya kamu.
Ya kamu, sosok laki laki yang saya sayang dan yang saya punya saat ini. Kita bertemu tidak disangka-sangka dan dipertemukan secara buruk memang saya akui, tapi saya yakin dipertemukan nya saya dengan kamu pada saat itu ada rencana tuhan yang indah nantinya untuk kita.

“Meeting you was like listening a song for the first time and knowing it would be my favorite”.

Saya mau lewati hari demi hari, siang ke malam, jatuh dan bangun, susah dan senang sama kamu. Kalo bisa sih tuhan kasih kamu sebagai jodoh saya hehe egois ya? biarin memang saya maunya seperti itu, kalo tuhan berkehendak kamu bisa apa? :p

Saya cuma pengen bilang jangan pernah capek menghadapi sifat saya yang seperti ini, saya juga gak akan pernah capek sama kamu. Karena kamu sudah ngelakuin yang terbaik sejauh ini. Udah ah capek segini saja ya dulu hehe..

Oh ya one last thing, Saya senang bisa kenal kamu, jalanin ini semua sama kamu. I never want to lose you. Ever.

Sincerely

Your love

Fenomena Kepenulisan

            Sebenarnya saya tidak suka membaca, karena menurut saya jika membaca dengan teks yang panjang sangat membosankan. Saya lebih s...